Sunday, 6 November 2016

Routine Coffee and Eatery




Pada suatu Sabtu, sekitar jam 3 sore, saya mampir ke Optik Melawai yang tidak jauh dari CIMB Niaga Bintaro. Setelah keperluan di Optik selesai, saya melihat tulisan Routine Coffee & Eatery pada sebuah gedung yang bersebelahan dengan Optik Melawai.  Karena kebetulan sedang bersama beberapa teman yang memang doyan ngopi, kami sepakat untuk mampir ke tempat ngopi yang bernama Routine Coffee & Eatery tersebut. 

Routine Coffee & Eatery sudah buka sejak Agustus 2015. Resto yang mengusung konsep hangout ini, berlokasi di Jl. Wahid Hasyim Blok FG No. 42, Lantai 1, Bintaro Sektor 7. Lokasinya berada di bangunan komplek Ruko Bintaro di seberang Gedung Griya CIMB Niaga, yang dulu dikenal dengan lokasinya minimarket Mini Stop yang sekarang sudah tutup. Tempatnya sangat nyaman untuk nongkrong maupun mengerjakan tugas, walaupun terletak di pinggir jalan utama Bintaro Jaya.

Interiornya menggunakan meja kursi yang berkonsep minimalis, namun tidak menghilangkan kesan artistik. Pada salah satu dinding, penggunaaan bata di ekspos dengan cat putih dan mural besar berwarna merah hitam coklat. Bagi perokok, tersedia ruangan khusus dengan kaca sebagai pembatasnya. Resto ini juga dilengkapi dengan wifi, sehingga sangat membantu pengunjung dalam dapat mengerjakan tugas, presentasi, atau melakukan hal-hal lain yang membutuhkan koneksi internet dengan nyaman.

Menu-menu utama dari Routine Coffee & Eatery adalah berbagai makanan Indonesia dan barat, dan tentu saja kopi dan berbagai minuman. Routine Coffee & Eatery menyajikan kopi-kopi house blend yang merupakan perpaduan antara kopi Arabika Aceh dengan Brasil. Tidak hanya itu, berbagai kopi dari Kintamani, Toraja dan Kerinci juga tersedia. Kopi-kopi yang umumnya disukai adalah kopi original (tanpa campuran apapun) dengan double shot (2x penyaringan). 

Tidak hanya minuman kopi yang baru diracik saat ada dipesan, Routine Coffee & Eatery juga menyediakan Cold Drip. Cold Drip merupakan kopi original dalam botol. Uniknya, untuk menghasilkan Cold Drip, kopi Toraja dan Aceh diekstrak (brewing) selama 6 jam secara perlahan, sehingga tercampur merata dengan es yang digunakan selama proses. Kopi yang dihasilkan sangat segar diminum secara langsung, terutama dalam kondisi dingin. Aroma kopinya terasa kuat saat diteguk dan menyisakan aroma di mulut dan hidung (after taste). Rasanya kombinasi asam manis, samar-samar ada rasa buah, khas kopi dari Aceh dan Toraja.

Beruntung, saya dan teman-teman dapat kesempatan untuk berbincang sedikit mengenai kopi bersama Arif Firmansyah, barista yang ada disana. Pada postingan kali ini juga terlampir softnews mengenai Routine Coffee and Eatery yang bisa saya share . Semoga bermanfaat..




No comments:

Post a Comment