Pada suatu Sabtu, sekitar jam
3 sore, saya mampir ke Optik Melawai yang tidak jauh dari CIMB Niaga Bintaro.
Setelah keperluan di Optik selesai, saya melihat tulisan Routine Coffee &
Eatery pada sebuah gedung yang bersebelahan dengan Optik Melawai. Karena
kebetulan sedang bersama beberapa teman yang memang doyan ngopi, kami
sepakat untuk mampir ke tempat ngopi yang bernama Routine Coffee & Eatery
tersebut.
Routine Coffee & Eatery
sudah buka sejak Agustus 2015. Resto yang mengusung konsep hangout ini, berlokasi di Jl. Wahid Hasyim Blok FG No. 42,
Lantai 1, Bintaro Sektor 7. Lokasinya berada di bangunan komplek Ruko
Bintaro di seberang Gedung Griya CIMB Niaga, yang dulu dikenal dengan
lokasinya minimarket Mini Stop yang sekarang sudah tutup. Tempatnya
sangat nyaman untuk nongkrong maupun
mengerjakan tugas, walaupun terletak di pinggir jalan utama Bintaro Jaya.
Interiornya menggunakan meja
kursi yang berkonsep minimalis, namun tidak menghilangkan kesan artistik. Pada
salah satu dinding, penggunaaan bata di ekspos dengan cat putih dan mural besar
berwarna merah hitam coklat. Bagi perokok, tersedia ruangan khusus dengan kaca
sebagai pembatasnya. Resto ini juga dilengkapi dengan wifi, sehingga sangat
membantu pengunjung dalam dapat mengerjakan tugas, presentasi, atau melakukan
hal-hal lain yang membutuhkan koneksi internet dengan nyaman.
Menu-menu utama dari Routine
Coffee & Eatery adalah berbagai makanan Indonesia dan barat, dan tentu saja
kopi dan berbagai minuman. Routine Coffee & Eatery menyajikan
kopi-kopi house blend yang merupakan
perpaduan antara kopi Arabika Aceh dengan Brasil. Tidak hanya itu, berbagai
kopi dari Kintamani, Toraja dan Kerinci juga tersedia. Kopi-kopi yang umumnya
disukai adalah kopi original (tanpa campuran apapun) dengan double shot (2x penyaringan).
Tidak hanya minuman kopi yang
baru diracik saat ada dipesan, Routine Coffee & Eatery juga menyediakan Cold Drip. Cold Drip merupakan kopi original dalam botol. Uniknya, untuk
menghasilkan Cold Drip, kopi Toraja
dan Aceh diekstrak (brewing) selama 6
jam secara perlahan, sehingga tercampur merata dengan es yang digunakan selama
proses. Kopi yang dihasilkan sangat segar diminum secara langsung, terutama
dalam kondisi dingin. Aroma kopinya terasa kuat saat diteguk dan
menyisakan aroma di mulut dan hidung (after
taste). Rasanya kombinasi asam manis, samar-samar ada rasa buah, khas kopi
dari Aceh dan Toraja.
Beruntung, saya dan
teman-teman dapat kesempatan untuk berbincang sedikit mengenai kopi bersama
Arif Firmansyah, barista yang
ada disana. Pada postingan kali ini
juga terlampir softnews mengenai
Routine Coffee and Eatery yang bisa saya share . Semoga bermanfaat..
No comments:
Post a Comment