Jakarta, 6 Oktober 2019.
Lost in Suburbia
Saturday, 5 October 2019
Trust is Priceless.
Jakarta, 6 Oktober 2019.
Saturday, 5 January 2019
Berengsek Kamu, Fergyan!
Jelas, begitu lamanya, dipaksa melihat persepsi yang berkeliaran.
Ketika aku berhasil kembali ke permukaan nyata, diamku sangat banyak.
Enggan menjawab banyak tanya, pun enggan menjelaskan mengapa.
Terlalu letih menerka mana yang sedang ingin berperan menjadi bawang putih atau bawang merah.
Terlalu banyak janji palsu yang kau ucap dengan lantang tanpa berpikir.
Entah kemana pikiranmu, berguna atau tidak samasekali.
Kemudian kamu pergi. Begitu saja. Penjelasan hanya angan.
Ya, memang.. Kamu selalu begitu.
Berengsek kamu, Fergyan.
Monday, 26 November 2018
26/11/2018
Banyak teriak caci maki terngiang dalam pikiran.
Banyak tuntut yang mengikat dalam benak.
Menghela nafas panjang ditengah kebisuan adalah yang terbaik dilakukan sementara.
Tak dapat lagi bergantung pada secangkir kafein atau sebatang rokok.
Pun tak punya sandaran keluh.
Semua telinga yang mendengar, selalu dengan menghakimi.
Mungkin, kali ini akan ada dalam sujud tulusku, sebuah ketenangan.
Tangerang Selatan, 26 November 2018.
13.30 WIB.
Sunday, 28 October 2018
Berhenti Sejenak, Tuan Putri.
Amarah mu menjadi candu.
Menjadi racun untuk jiwamu sendiri.
Lelah, bukan..?
Coba berhenti lah sejenak, tuan putri.
Lihat pantulan dirimu di cermin itu!
Alismu berantakan.
Bedakmu luntur tak karuan.
Kulit wajahmu kusam jerawatan.
Tak sempat merawatnya, bukan?
Kamu terlalu sibuk, tuan putri..
Kamu terlalu sibuk memaki.
Kamu terlalu sibuk mencaci.
...dan kamu terlalu sibuk menebar benih kebencian atas amarahmu sendiri, mengajak yang lain membenci apa yang kamu benci.
Suci kah dirimu, tuan putri..?
Sempurna kah dirimu, tuan putri..?
Entahlah... Tapi tuan putri,
kamu sama hal nya dengan segala caci maki dan semua yang kau benci.
Semoga tuhan senantiasa melindungi.
Thursday, 22 March 2018
23/3/2018
Mungkin aku terlalu mendambakan sebuah peluk dari kamu. Mungkin aku terlalu mengharapkan intensitas absensi kamu melalui layar ponselku. Dan bahkan, mungkin aku terlalu berharap kehadiran kamu sebagai kejutan di hari istimewa aku.
Aku harus sadar, kamu nggak akan datang.
Aku harus sadar, kamu nggak cuma milik aku.
Ya, aku menyadarinya perlahan..
Aku akhirnya menyadari.. Kebahagiaan kamu adalah teman-teman kamu. Bukan aku.
Aku akhirnya menyadari.. Kehadiran aku adalah benalu dalam hidupmu. Aku harus mundur.
Kamu berhak bahagia.
Thursday, 8 March 2018
Should I Trust No One?
Friday, 24 March 2017
24/3/2017 - 21.00-23.00
![]() |
| my heart belongs to all of you.. forever. |


