Thursday, 22 March 2018

23/3/2018

Mungkin aku terlalu mendambakan sebuah peluk dari kamu. Mungkin aku terlalu mengharapkan intensitas absensi kamu melalui layar ponselku. Dan bahkan, mungkin aku terlalu berharap kehadiran kamu sebagai kejutan di hari istimewa aku.

Aku harus sadar, kamu nggak akan datang.
Aku harus sadar, kamu nggak cuma milik aku.

Ya, aku menyadarinya perlahan..

Aku akhirnya menyadari.. Kebahagiaan kamu adalah teman-teman kamu. Bukan aku.
Aku akhirnya menyadari.. Kehadiran aku adalah benalu dalam hidupmu. Aku harus mundur.

Kamu berhak bahagia.

No comments:

Post a Comment