Amarah mu menjadi candu.
Menjadi racun untuk jiwamu sendiri.
Lelah, bukan..?
Coba berhenti lah sejenak, tuan putri.
Lihat pantulan dirimu di cermin itu!
Alismu berantakan.
Bedakmu luntur tak karuan.
Kulit wajahmu kusam jerawatan.
Tak sempat merawatnya, bukan?
Kamu terlalu sibuk, tuan putri..
Kamu terlalu sibuk memaki.
Kamu terlalu sibuk mencaci.
...dan kamu terlalu sibuk menebar benih kebencian atas amarahmu sendiri, mengajak yang lain membenci apa yang kamu benci.
Suci kah dirimu, tuan putri..?
Sempurna kah dirimu, tuan putri..?
Entahlah... Tapi tuan putri,
kamu sama hal nya dengan segala caci maki dan semua yang kau benci.
Semoga tuhan senantiasa melindungi.
No comments:
Post a Comment