Bisa jadi, aku tenggelam dalam asumsi.
Jelas, begitu lamanya, dipaksa melihat persepsi yang berkeliaran.
Ketika aku berhasil kembali ke permukaan nyata, diamku sangat banyak.
Enggan menjawab banyak tanya, pun enggan menjelaskan mengapa.
Terlalu letih menerka mana yang sedang ingin berperan menjadi bawang putih atau bawang merah.
Terlalu banyak janji palsu yang kau ucap dengan lantang tanpa berpikir.
Entah kemana pikiranmu, berguna atau tidak samasekali.
Kemudian kamu pergi. Begitu saja. Penjelasan hanya angan.
Ya, memang.. Kamu selalu begitu.
Berengsek kamu, Fergyan.
No comments:
Post a Comment